THE GIRLS OF RIYADH


JUDUL: THE GIRLS OF RIYADH

PENGARANG: RAJAA AL SANEA

PENERBIT: RAMALA BOOKS

TAHUN: 2007

JUMLAH HAL: 406 halaman

ISBN: 979-1238-56-4


Sebuah novel yang pertama terbit di Arab Saudi ini konon berdasarkan kisah nyata empat orang gadis Riyadh: Qamrah, Michelle, Shedim dan Lumais. Ke-empatnya berkawan akrab walau datang dari latar belakang keluarga berbeda. Diceritakan secara naratif oleh seorang sumber (tidak disebut namanya), yang mengkisahkan perjalanan hidup ke-4 sahabat ini. Bagaimana mereka melewati kesehariannya, sekolah, pergaulan, pacaran, pernikahan, perceraian, karir, dll.


Terungkap berbagai problema masing-masing, yang bagi sebagian kaum Muslim terlihat kontroversial. Bagi kita, penduduk Muslim di Indonesia, sebagian diantaranya mungkin
tidaklah asing. Akibatnya bagi kita, mungkin tidak banyak terkejut dengan apa yang dialami ke-4 wanita ini. Bagi ke-4 tokoh utama ini, lingkungan mereka berbeda dengan Indonesia. Mereka merasakan adanya perbedaan, diskriminasi, kekecewaan, ketidaksamaan hak, dan lainnya. Alhasil kisah ke-4nya menjadi kontroversi bagi masyarakat Arab Saudi, tempat dimana novel ini beredar pertama kalinya. Pro dan kontra sudah pasti, terutama bagi mereka yang menyikapinya secara konservatif.


Terkadang pembaca Muslim merenung, apa benar Islam menuntun kehidupan masyarakat sekaku itu? Untuk menemukan jawaban, perjalanannya bisa tak berakhir. Hanya Allah SWT yang tahu. Sepanjang kita menjalani hidup sebagaimana Rasulallah contohkan, insya Allah kita akan selamat.


The Girls of Riyadh menjadi perbincangan diberbagai dunia dan diterjemahkan ke berbagai bahasa. Ini dimaklumi, terutama di masyarakat non-Muslim, yang tidak banyak tahu tentang kehidupan bermasyarakat di Arab Saudi. Kita di Indonesia pun mungkin tidak paham.

Komentar

iful mengatakan…
Topik ini, islam & kesetaraan jender sdh jadi perhatiaan saya sejak lama.

Saya belum baca buku ini dan kelihatannya pasti menarik. Isu utamanya sdh terasa dari posting ini.

Wanita bangsa Arab mulai terlindungi dan terangkat 'sedikit' ketika nabi Muhammad SAW menyebarkan Islam di jazirah arab yg sangat lelaki. Yap,..mengangkat 'sedikit' atau dapat setengahnya saja dari pria(contoh: warisan), hanyalah sikap kompromi masa itu.

Namun,sedihnya, bagi mereka yg konservatif kedudukan wanita yg tidak boleh setara dng pria adalah sakral dan final sebagai nilai eh hukum Islam, ......padahal itu adalah suatu kompromi dng budaya bangsa Arab(hingga sekarang). Ini akan membuat terbengong-bengong bangsa lain dng masalah jender yg tidak sedramatis bangsa Arab.Atau akan terasa aneh di saat ketika jender bukan lagi suatu isu dari kehidupan sosial.

salam
Cakrawala Senja mengatakan…
rada sulit utk ngomentarin isyu kesetaraan gender menurut hukum Islam. Gue sdh baca banyak ttg ini, tapi utk ngomentarin lebih dalam rasanya perlu ilmu lebih banyak.

Tapi benar, derajat wanita sudah diangkat jauh lebih tinggi dalam Islam. Banyak surat dalam Al Qur'an mengatakan hal itu. Hadits Nabi juga banyak. Ini sudah revolusioner jika mengingat budaya Arab pra-Islam. Khusus utk ini, Islam sudah lebih advanced berabad-abad sebelumnya dibanding Yahudi dan Kristiani, atau Eropa dan bangsa lain (jika merujuk pada kondisi abad 7 M).

Gue ngga tahu banyak ttg dasar filosofi/ hukum ttg wanita yg berlaku di Arab Saudi. Justru krn itulah gue ngga bisa komentar banyak.

Tapi jika dipikir, masak iya Al Qur'an dan hadits mengatur spt itu (sebagaimana yg berlaku kini di Arab Saudi)? Pasti ada sesuatu yg terlewatkan oleh kita, atau ini perbedaan interpretasi Al Qur'an?
Di mana saya boleh dptkan novel ini?? plz bantu.. Sgt berminat.. sila email sy utk lanjut.. ammnett@yahoo.com
Cakrawala Senja mengatakan…
buku The Girls of Riyadh tersedia di toko-toko buku, termasuk toko buku besar seperti Gramedia.

Postingan Populer